JENIS HIDROKEL
Hidrokel dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu:
- Hidrokel nonkomunikan
Hidrokel ini terjadi ketika celah di antara rongga perut dan skrotum (kanal inguinal) menutup, tetapi cairan di dalam skrotum tidak terserap oleh tubuh.
- Hidrokel komunikan
Hidrokel ini terjadi ketika kanal inguinal tidak menutup sehingga cairan dari rongga perut terus mengalir ke dalam skrotum dan dapat naik kembali ke perut. Hidrokel komunikan dapat disertai hernia inguinalis.
PENYEBAB HIDROKEL
Penyebab hidrokel pada bayi dan pria dewasa berbeda. Berikut penjelasannya:
- Hidrokel pada bayi
Pada bayi, hidrokel terjadi akibat kelainan perkembangan saat bayi masih di dalam kandungan. Kelainan ini menyebabkan penumpukan cairan di dalam skrotum.
Saat di dalam kandungan, testis janin yang awalnya berada di perut akan turun ke dalam skrotum melalui celah di antara rongga perut dan skrotum. Kedua testis tadi turun ke dalam skrotum bersama dengan cairan.
Normalnya, celah yang disebut kanal inguinal ini akan menutup pada tahun pertama setelah bayi lahir. Cairan di dalam skrotum juga akan terserap secara bertahap oleh tubuh bayi dengan sendirinya.
Pada bayi dengan hidrokel, proses tersebut tidak berjalan dengan normal, di mana kanal inguinal tidak menutup sehingga skrotum tetap terisi cairan dan membengkak.
- Hidrokel pada pria dewasa
Berbeda dengan bayi laki-laki, hidrokel pada pria dewasa dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi berikut:
- Operasi hernia inguinal
- Cedera atau benturan pada skrotum
- Penyakit kaki gajah (filariasis)
- Peradangan pada saluran sperma (epididimitis)
- Tumor testis
FAKTOR RISIKO HIDROKEL
Hidrokel pada bayi lebih berisiko terjadi pada bayi yang terlahir prematur. Sedangkan pada pria dewasa, risiko terjadinya hidrokel akan meningkat jika memiliki kondisi berikut:
- Menderita penyakit menular seksual
- Mengalami cedera atau peradangan pada skrotum
GEJALA DAN TANDA HIDROKEL
Pada bayi, hidrokel ditandai dengan pembengkakan pada salah satu atau kedua sisi skrotum. Jika diraba, skrotum akan terasa lunak seperti balon yang berisi air. Pembengkakan ini biasanya tidak disertai nyeri dan akan mengempis dengan sendirinya.
Pada pria dewasa, selain pembengkakan pada skrotum, hidrokel yang membengkak akan terasa tidak nyaman atau berat. Terkadang pembengkakan skrotum lebih terlihat di pagi hari.