KAPAN HARUS KE DOKTER

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami keluhan dan gejala seperti yang disebutkan di atas.

Anda juga harus segera ke dokter bila mengalami kondisi berikut:

  1. Skrotum membengkak tiba-tiba dan membengkak dengan cepat.
  2. Nyeri parah yang muncul tiba-tiba pada skrotum meski tidak membengkak.
  3. Nyeri atau pembengkakan di skrotum muncul beberapa jam setelah cedera.
  4. Hidrokel pada bayi tidak menghilang atau membesar setelah usia 1 tahun.

DIAGNOSIS HIDROKEL

Untuk menentukan apakah pasien menderita hidrokel, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada skrotum dengan cara:

  1. Menekan skrotum yang bengkak, untuk mengetahui tingkat kekerasannya
  2. Menekan perut dan skrotum, untuk mendeteksi kemungkinan adanya gejala hernia inguinal
  3. Menyinari buah zakar dengan lampu yang cahayanya menembus ke dalam skrotum (transillumination), untuk melihat keberadaan cairan di skrotum

Jika dokter mencurigai pembengkakan skortum disebabkan oleh infeksi, maka tes urine dan tes darah akan dilakukan guna memastikan dugaan tersebut. Tetapi jika pembengkakan skrotum diduga akibat hernia atau tumor testis, maka dokter akan melakukan USG pada testis.

PENGOBATAN HIDROKEL

Hidrokel pada bayi biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah bayi berusia satu tahun. Sedangkan hidrokel pada pria dewasa umumnya hilang setelah 6 bulan. Jika hidrokel tidak juga menghilang setelah jangka waktu tersebut atau malah membesar dan menimbulkan nyeri, dokter akan melakukan tindakan berikut:

  • Hidrokolektomi

Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada skrotum untuk mengeluarkan cairan di dalamnya. Hidrokolektomi tergolong operasi kecil, sehingga pasien bisa pulang pada hari yang sama setelah operasi.

Usai menjalani hidrokelektomi, dokter akan menyarankan pasien untuk memakai penyangga skrotum dan mengompres skrotum dengan es batu guna meredakan rasa tidak nyaman setelah operasi.

  • Aspirasi

Selain hidrokolektomi, dokter juga dapat mengeluarkan cairan di dalam skrotum melalui jarum khusus (aspirasi). Namun, aspirasi hanya dilakukan pada pasien hidrokel yang menderita gangguan jantung, sedang mengonsumsi obat pengencer darah, atau berisiko mengalami komplikasi hidrokolektomi.

KOMPLIKASI HIDROKEL

Hidrokel biasanya tidak membahayakan dan tidak memengaruhi kesuburan penderitanya. Namun, pada beberapa kasus, hidrokel bisa menandakan kondisi yang serius, seperti:

  1. Infeksi atau tumor yang memengaruhi produksi atau fungsi sperma
  2. Hernia inguinal, yaitu terperangkapnya sebagian usus di dalam dinding perut

PENCEGAHAN HIDROKEL

Hidrokel pada bayi akibat kelainan perkembangan janin tidak dapat dicegah. Namun, pada pria dewasa, hidrokel bisa dihindari. Langkah yang bisa dilakukan meliputi:

  1. Mencegah penyakit kaki gajah (filariasis) dengan menghindari bepergian ke tempat yang mengalami wabah filariasis serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  2. Menghindari aktivitas yang menyebabkan skrotum cedera
  3. Memakai pelindung khusus di area selangkangan saat melakukan olahraga yang melibatkan benturan

sumber : https://www.alodokter.com/hidrokel